Halloween party ideas 2015


Simbol-simbol agama masih berpengaruh terhadap dinamika sosial politik jelang Pilkada di DKI Jakarta. Padahal, sebagian besar masyarakat Jakarta dapat dimasukkan ke golongan berpendidikan tinggi jika dibandingkan daerah lain di Indonesia.

"Simbol agama laku di Jakarta," kata Direktur Lembaga Survei dan Kebijakan Publik Populi Center, Usep S Ahyar, dalam diskusi "Makin Ketat di Putaran Kedua: Kok Masih Main SARA?" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/3).

Sentimen agama menjadi alat politik bagi dua pasangan calon yang tersisa untuk putaran dua. Yang paling tampak memanfaatkan simbol keagamaan itu belakangan ini adalah pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
"Misal, Pak Ahok bersalaman dengan Raja Salman (Raja Arab Saudi). Juga foto Djarot sekarang pakai peci," lontar Usep.

Bahkan, tim pemenangan Ahok-Djarot mulai mendekatkan diri ke partai-partai berbasis massa Islam. Padahal, menurut dia, usaha itu belum tentu bisa menggeser lebih banyak suara pemilih dari kalangan Islam ke pihak mereka.

"PPP dan PKB lebih kepada simbolik bahwa Ahok-Djarot yang dianggap penista agama dan didukung partai sekuler tetap bisa didukung partai Islam," demikian Usep. [rmol]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/ahok-djarot-manfaatkan-simbol-agama.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Koperasi Syariah 212 meresmikan minimarket pertamanya di Bekasi. Minimaarket itu diberi nama Kita Mart.

Ketua 1 Koperasi Syariah 212, Ustaz Valentino Dinsi, menerangkan pada dasarnya konsep Kita Mart tidak akan jauh berbeda dengan minimarket lain yang ada di Indonesia. Ia menilai, perbedaan yang ada terletak dari kepemilikan yang peruntukannya kepada umat.

“Hanya saja, kepemilikan Kita Mart diutamakan untuk umat atau komunitas di masjid-masjid," kata Valentino saat sambutan peresmian KitaMart, lewat rilis yang diterima Republika, Rabu (29/3).

Ia menjelaskan, kepemilikan Kita Mart sebagian besar merpupakan komunitas, kolektif, dan produk-produk umat pun sudah bisa masuk ke sana. Menurut Valentino, perbedaan lain Kita Mart yaitu cara memiliki yang tergolong mudah, serta bisnis berbasis komunitas yang bisa dimiliki lebih dari satu orang.

"Sebab dana yang dibutuhkan untuk bisa memiliki Kita Mart dibagi menjadi tiga tipe. Tipe A Rp 175 juta, tipe B Rp 300 juta, dan tipe C yang paling besar Rp 400 juta," ujar pimpinan Majelis Taklim Wirausaha (MTW) tersebut.

Ketua Umum Koperasi Syariah 212, Syafii Antonio, turut hadir bersama beberapa calon pemasok dan pengurus komunitas  KS 212 di Bekasi. Ia berpendapat, kehadiran minimarket modern seperti Kita Mart bisa jadi pola kemitraan dengan warung atau toko masyarakat, sehingga saling dukung dan memperkuat ekonomi umat.

"Sekarang ini ada warung modern ada warung tradisional, yang mana apapun modelnya, apakah warung atau gerai, yg penting bisa direplika dengan mudah dan bisa di kelola secara profesional," kata Syafii.

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/kita-mart-minimarket-koperasi-syariah.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Setelah Ernest, Uus dan Inul menghina ulama, kini artis yang juga Youtuber Indonesia Aaron Ashab melakukan hal yang tidak jauh berbeda.

"Nggak tahu itu siapa Rizieq? Yee, isinya Firza semua sama Ema," kata Aaron melalui sambungan langsung di jejaring sosial Instagram belakangan ini.

Firza yang dimaksud Aaron adalah Firza Husein, perempuan yang difitnah ada hubungan dengan Habib Rizieq Shihab pada tahun lalu.

"Yes, gue islam. I am Islam," ungkap Aaron, ketika ada yang tanya tentang keislaman pria berwajah kearaban itu.

"Sholat kagak lu?" kata Aaron mengulang pertanyaan pengikutnya. "Kagak hehe.." kata Aaron cekikinan.

Ia tak peduli dikatakan nakal atau apapun, "Mau gue bandel kek, mau gue apa kek, yang penting punya otak.  I have brain. Gue pilih yang bener biar Jakarta yang bener. Jangan lu pada pura-pura punya otak, tapi kayak orang bego!"

"Islam kok gitu?" kata Aaron lagi, mengulang pertanyaan pengikutnya. "Eh lu Islam kok gitu. Noh lu, pilih seagama noh, pilih kayak Rizieq kek," katanya. Setelahnya ia banyak mengumbar kata-kata tidak beradab seputar kelamin.

Pada tahun lalu, Aaron Ashab juga pernah dicaci maki di dunia maya. Pasalnya ia membuat netizen murka lantaran mengunggah foto panas di Instagram. Itu terjadi menjelang bulan suci Ramadan. [Paramuda/BersamaDakwah]

from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/hina-ulama-dan-bangga-tak-sholat.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Bak jamur di musim penghujan, lontaran kebencian kepada Islam dan kaum Muslimin terus bermunculan dalam rangkaian sidang dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai terdakwa.

Terbaru, lontaran kebencian disampaikan oleh saksi ahli yang dihadirkan Ahok dan Kuasa Hukumnya dalam persidangan ke-16 di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan pada Rabu (29/3/17).

Ahli Psikologi Sosial, Risa Permana Hadi, menyatakan bahwa Ahok tidak melakukan pesnistaan terhadap Surat Al-Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

"Yang dipersoalkan terdakwa bukan masalah agama atau Pilkada. Tapi, dia mempersoalkan iklim Pilkada," ungkap Risa sebagaimana dilansir Republika, Rabu (29/3/17).

Iklim Pilkada itulah yang membuat Ahok menyebutkan Surat Al-Maidah ayat 51 dalam kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Risa melontarkan pernyataan yang dinilai mensejajarkan Al-Maidah ayat 51 dengan Bengawan Solo.

"Seandainya pengalaman sebelumnya Pak Basuki maju dipojokkan bukan dengan surat Al-Maidah, dengan lagu Bengawan Solo, saya yakin di Kepualaun Seribu ia (Ahok) akan bilang jangan mau dibodohi dengan lagu Bengawan Solo," terang Risa.

Sontak saja, pernyataan tersebut mendapatkan bantahan telak dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU sangat keberatan jika Al-Maidah ayat 51 disejajarkan dengan Bengawan Solo.

"Apa bisa disejajarkan surat Al-Maidah dengan Bengawan Solo? Padahal dalam konteks ini posisinya seperti apa?" tegas JPU.

Risa pun bungkam. Ia tak memiliki jawaban ketika diberi pertanyaan balik oleh JPU. [Om Pir/Tarbawia]


from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/dinilai-samakan-al-maidah-dengan.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Rois Syuriah PBNU, Masdar Farif Mas'udi menyatakan, Indonesia merupakan negara kebangsaan yang tidak melarang rakyatnya memilih pemimpin berdasarkan agama tertentu, termasuk pemimpin non-muslim.

Pada keterangannya sebagai ahli agama islam yang dihadirkan tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama, hari ini, Masdar menuturkan, pemimpin adil lah yang seharusnya jadi acuan rakyat untuk memilih pemimpin. "Adil itu tidak boleh juga mendiskriminasi rakyatnya berdasarkan SARA, dsb. Negara ini harus mengayomi semua pihak dan sejajar, enggak boleh memilih berdasarkan faktor tertentu, bisa rusak negeri ini," ujar dia usai menjalani sidang di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, hari ini.

Masdar merupakan saksi ke-5 yang dihadirkan tim pengacara Ahok ke tengah sidang hari ini. Majelis hakim sepakat untuk menghabiskan agenda pembuktian dengan mendengarkan keterangan saksi ahli meringankan hingga pukul 00.00 WIB.

Dalam perkara ini, Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.
Masdar yang juga menjabat sebagai anggota dewan pertimbangan MUI ini memastikan, Alquran hanya menyebutkan bahwa dilarangnya memilih pemimpin non-muslim bila pemimpin tersebut nyatanya memusuhi, memerangi, dan mengusir rakyatnya yang mayoritas muslim. Dengan konsep negara kebangsaan juga semua rakyat tidak boleh mendiskriminasikan orang di ruang publik hanya karena primordial.

"Nanti kalau ada isu SARA, isu agama, ada orang yang sukunya beda tidak boleh dipilih, yang etnisnya beda tidak boleh dipilih, rusak negeri ini. Ini negara kebangsaan bukan agama. Agama boleh dirujuk tetapi sebagai sumber moralitas," ungkap Masdar. [rnc]


from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/kata-saksi-ahli-ahok-dari-pbnu-rusak.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.


Prof. Dr. Hamka Haq yang hadir sebagai Ahli Agama Islam dalam lanjutan sidang keenambelas kasus penistaan agama di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian RI, Ragunan, Jakarta Selatan pada hari ini (29/03/2017) menyebut bodoh orang yang melaksanakan ketentuan ayat suci Alquran.

Pernyataan yang kontroversial ini disampaikan ketika ia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Jaksa Penuntut Umum. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai PDIP ini ditanyakan terkait apakah bisa dianggap negatif perbuatan seseorang, sebut saja B yang mengatakan bodoh kepada orang lain yaitu sebut saja A yang mengimani suatu ayat Alquran.

Tak langsung menjawab pokok pertanyaan, Ahli ketiga yang diperiksa dari rencana 7 Ahli yang dihadirkan Tim Penasehat Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok ini lantas memberikan contoh Surat Al Maidah 38 yang menyebutkan sanksi potong tangan bagi orang yang mencuri. Menurutnya, ketentuan sanksi potong tangan dalam Surat Al Maidah 38 tidak berlaku di Indonesia, karena sanksi tersebut tidak diundangkan.

"Kalau tidak diundangkan maka tidak mengikat. Bodoh orang yang menyatakan sanksi potong tangan bisa dilaksanakan (di Indonesia)", terang pria yang menjabat Wakil Ketua Mustasyar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).

Ahli yang juga mengajar di Pascasarjana UIN Makasar ini menerangkan alasan mengapa ketentuan Alquran yang dicontohkan oleh Surah Al Maidah 38 ini tidak mengikat. Ia menjelaskan bahwa ketentuan Alquran dalam konteks hukum di Indonesia diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) golongan.
Pertama, ketentuan perihal ibadah yang telah dilindungi dalam UUD Negara RI 1945 yaitu setiap warga negara bebas memeluk agama dan menjalankan ibadahnya masing-masing. Kedua, ketentuan Alquran yang telah diundangkan seperti misalnya perihal perkawinan. Ketentuan ini menurutnya mengikat karena sudah diatur dalam undang-undang. Ketiga, ketentuan Alquran yang tidak diundangkan, seperti kembali ia mencontohkan ketentuan sanksi potong tangan yang disebutkan dalam Surah Al Maidah 38. Sebaliknya yang mengikat adalah sanksi penjara  sebagaimana diatur dalam undang-undang, jelasnya.

Nasrullloh Nasution, advokat yang turut mengikuti jalannya persidangan menyatakan bahwa Ahli yang dihadirkan oleh Tim Penasehat Hukum Ahok ini bukanlah Ahli Agama Islam, melainkan elit politik. Keterangan yang disampaikan Ahli, katanya juga sudah berpihak sehingga tidak mungkin lagi dapat diperoleh keterangan yang sah dari ahli ini.

"Ahli ini kan statusnya Anggota DPR RI dari Partai yang mengusung Ahok di Pilkada Jakarta, mana mungkin bisa netral", ujarnya

Lebih lanjut  Nasrulloh menjelaskan bahwa Ahli Agama Islam kubu Ahok ini sedang menggiring opini dengan menganalogikan Surah Al Maidah 38 dengan Surah Al Maidah 51.  Penasehat hukum Ahok sepertinya akan mengkutip keterangan ahli ini dan mencantumkannya dalam nota penbelaan. Mereka akan menyebut ketentuan Surah Al Maidah 51 tidak mengikat di Indonesia karena tidak diformalkan dalam peraturan perundang-undangan, sebutnya.

Sebaliknya, Ia mengatakan ketentuan Surah Al Maidah 51 telah terlindungi dalam konstitusi sebagai hak asasi beragama yang diatur dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2), Pasal 28I ayat (1), dan Pasal 29 ayat (2) UUD Negara RI tahun 1945. Menurutnya, memilih pemimpin seagama merupakan hak asasi setiap warga negara sebagai manifestasi pelaksanaan hak asasi beragama.

Koordinator Persidangan GNPF MUI pun menggarisbawahi apa yang sudah disampaikan Ahli Agama Islam kubu Ahok ini dalam persidangan. Menurut catatannya, Ahli sudah menerangkan dengan gamblang bahwa perbuatan seseorang yang mengatakan bodoh kepada orang yang mengimani Alquran adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Nasrulloh menyebut tindakan itu sebagai penistaan terhadap agama Islam.


from Muslimina http://muslimina.blogspot.com/2017/03/ahli-agama-kubu-ahok-sebut-bodoh-orang.html
via berita indonesai berikut ini adalah tag untuk berita hari ini yang sedang anda baca - Muslimina - yang terpampang di situs blogspot milik kita bersama ini, dukung terus perkembangan blog dengan menjadi bagian dari anggota, segeralah bergabung dan follow G+ untuk mendapatkan berita terbaru dan berita yang lebih heboh lainnya di blogspot milik kita bersama ini, terima kasih, semoga artikel ini bisa membantu - Tags - berita indonesia terbaru , indonesia hari ini, informasi berita koran indonesia, edisi majalah indonesia, indonesia dalam berita , indonesia dalam angka, liputan berita terkini, berita harian indonesia, berita politik dan informasi indonesia, indonesia tahun ini, indonesia bulan ini, indonesia dalam minggu ini, sekilas tentang indonesia, update harian indonesia, indonesia dalam blogspot, indonesia dalam data, data indonesia dalam internet, internet dan berita , baca berita hari ini, edisi terbaru blogspot indonesia, indonesia dan isinya, topik indonesia hari ini, mulai hari ini dengan berita, berita pagi indonesia Selamat Beraktivitas , luangan waktu untuk share dan berkomentar.

Berikut ini adalah berita malaysia dan informasi terbaru hari ini untuk pemerintah diraja malaysia, selamat membaca, dan jangan lupa berikan komentar dan berikan pendapat anda tentang apa yang anda baca hari ini. selamat beraktifitas

Dewan Tertinggi Barisan Nasional (BN) tidak mencapai konsensus berhubung pindaan Akta Mahkamah Syariah (Bidang Kuasa Jenayah) 1965 atau Akta 355 di Parlimen, kata Datuk Seri Najib Tun Razak.

Menurut Pengerusi BN itu, seiring amalan mendapatkan konsensus dalam membuat keputusan, parti itu juga tidak akan membentangkan Rang Undang-Undang (RUU) 355 di Dewan Rakyat. "Selaras dasar dan amalan kita bahawa BN membuat keputusan berasaskan konsensus, oleh itu RUU ini akan terus menjadi bil persendirian dan terserah kepada Speaker (Dewan Rakyat) untuk menentukan mengikut aturan mesyuarat," katanya. Najib berkata demikian pada sidang media selepas mempengerusikan mesyuarat Dewan Tertinggi BN di Menara Dato Onn di sini, Rabu malam. Timbalan Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi sebelum ini mengesahkan kerajaan BN akan membentangkan RUU 355 pada sidang Parlimen kali ini. RUU355 pada asalnya dibentangkan secara persendirian oleh Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang. RUU 355, antara lain, bertujuan meminda Seksyen 2 untuk menggantikan peruntukan dalam undang-undang sedia ada iaitu Mahkamah Syariah akan mempunyai kuasa ke atas penganut agama Islam dan dalam hal-hal kesalahan di bawah perkara yang disenaraikan dalam butiran 1 senarai negeri, di bawah jadual kesembilan Undang-Undang Persekutuan. Ia juga bagi memasukkan Seksyen 2a, iaitu dalam menjalankan undang-undang jenayah di bawah Seksyen 2, di mana mahkamah syariah berhak menjatuhkan hukuman dibenarkan oleh undang-undang syariah berkaitan hal-hal kesalahan yang disenaraikan di bawah seksyen yang disebutkan, selain hukuman mati. Kata Najib, terpulang kepada Speaker Dewan Rakyat, Tan Sri Pandikar Amin Mulia untuk memutuskan sebarang ketetapan berkaitan RUU tersebut di Parlimen. "Kalau Speaker memutuskan untuk membenarkannya, maka ia akan dibentangkan, Speaker juga akan memutuskan peraturan berhubung RUU tersebut," katanya. Ditanya adakah ia bermaksud Ahli Parlimen BN tidak akan menyokong RUU berkenaan apabila ia dibentangkan di Parlimen atau mereka boleh mengundinya, Najib sekali lagi berkata, ia bergantung kepada peraturan Speaker. "Mungkin ada atau tidak ada undian. Bergantung kepada peraturan Speaker," kata Najib. Mengenai Umno dilihat cenderung kepada RUU tersebut, Najib bagaimanapun menafikannya. "Tidak, kita semua percaya mengenai semangat dasar konsensus. Begitulah cara BN," tegas Najib. Read more at http://www.mstar.com.my/berita/berita-semasa/2017/03/29/bn-tak-capai-konsensus-ruu-355/#z4GyVXZD0qekwaRC.99

from Anak Sungai Derhaka http://darisungaiderhaka.blogspot.com/2017/03/akhirnya-kerajaan-tidak-akan-bentang.html

Nemu amai nuan ibu
Bepicin kemaya dia
Enti lelaki meda
Sema baka indu dara

Enti sekali ngimbas
Baka kumang menua Seribas

Enda berupai tuai
Taja anak dah besai panjai
Tubuh ibu pan rumpas
Baka umur lima belas

Tenung ti salah tenung
Baka kumang menua Betong
More On: http://www.liriklaguiban.com

Chrs:

Sitap-sitap ibu bejalai
Enggau anak dara
Ke pasar lemai
Anak enggau indai
Di peda baka diri menyadi

Mayuh bala urang madah
Nadai berubah enda nemu tuai
Aruh di kumbai serumah panjai
Tapang pengumbai

Nuan bejuluk tali pengikat
Perau penyangkai..

Maya bisi pengerami
Ibu sigi di kuntik laki
Sangka sida iya dara
Lepas sekula ambis pom lima

Ibu baka gemala
Bajik baka bini gebena..

Lirik Lagu Iban: Ibu Tapang Pengumbai - Lakuang Ading


>> Click Here for more Lirik Lagu Iban: Lakuang Ading << - www.liriklaguiban.com



from Lirik Lagu Iban! http://www.liriklaguiban.com/2017/03/ibu-tapang-pengumbai-lakuang-ading.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

Ukaiku bejawang
Enda mega ku ngerembang
Tang rindu nimang
Datai nandang ku merindang

Pait manis ku telan
Ukai deka berebut palan
Rindu begiga kaban
Kaul kitai ngetan menalan

Terima kasih semua
Ti rindu ke aku belama
Aku datai baru
Merindang nyada ke nyawa

Enggau lagu baru
Merindang peminat semua
Enda ngira bansa
Tuai biak sereta menua
More On: http://www.liriklaguiban.com

Chrs:

Sigi baka penanyi
Nemuai ke ulu ke ili
Mayuh dikelala
Mayuh beambu menyadi

Aku cukup gaga
Peminat semua lantang ati
Nyukung bala kami
Meli VCD ti Ori..

Enggau pemanah kita
Aku enda jera nemuai
Ukai aku ka minta
Nama ke dibaie pulai

Semina budi enggau basa
Aku kenang belama
Asai ke dalam mimpi
Begulai agi belala

Lirik Lagu Iban: Ngetan Menalan - Kenny Hugh


>> Click Here for more Lirik Lagu Iban: Kenny Hugh << - www.liriklaguiban.com



from Lirik Lagu Iban! http://www.liriklaguiban.com/2017/03/ngetan-menalan-kenny-hugh.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

Eh...sepi asai nuan
Baka pitak buai dimata
Nyau kekalat kiba kanan
Tanda nuan beduan aku suba

Seduai bejalai nyau kin kia
Sampai mata aku empu meda
Ati ku geram enda ulih kira
Asai ka ku tikau enggau batu bata

Chrs:

Diatu nuan nesal diri
Minta ambi ku pulai baru
Enggai ke pisang bebuah dua kali
Nya penyalah ari nuan empu
More On: http://www.liriklaguiban.com

Nuan nadai bepikir panjai
Bisi kereta nyamai bejalai
Jaku nuan tinggi enda ulih japai
Enggai ke aku ngena moto kapcai

Diatu baru nuan nemu
Sapa aku sapa meh ia
Intan permata pilih nuan dulu
Nemu ke ia kerimpak tajau lama

Lirik Lagu Iban: Kerimpak Tajau Lama - Timothy


>> Click Here for more Lirik Lagu Iban: Timothy << - www.liriklaguiban.com



from Lirik Lagu Iban! http://www.liriklaguiban.com/2017/03/kerimpak-tajau-lama-timothy.html
via Lyrik Lagu Terbaru Terupdate Song Chart - Song Lyric - Lirik Lagu

ss_6cbab6afd78e4078a675695837639d91abd37a5a.1920x1080.jpg

Snake movements are the heart and soul of Snake Pass, a game about slithering like a snake to move around bright, colorful stages, as well as learning how to climb by coiling.

Snake Pass has you playing as Noodle, a snake who's supposed to save the day using mystical powers. Saving places is all well and good, but you might just find yourself not caring as you coil and slither your way around the environments, creeping up structures and just seeing where you can creep to with your movement style. Snake Pass is all about its movement style, and it shows in just how much fun it is to move around each stage.

You'll need to slither from side to side to maintain motion. You'll need to coil and wrap your body around things, stiffening your neck as you twist around pipes and outcroppings to raise yourself to higher areas. It's an unfamiliar kind of movement, but it doesn't take long before it just feels good to see what you can do, and what heights you can reach, in the playground-like stages the devs have created.

Yeah, you can save the world. Yeah, there are a bunch of collectibles to find should you want other things to do. It's that act of moving and climbing that'll keep bringing you back to Snake Pass. Being a hero is all well and good, but apparently, just moving like a snake and climbing things is more than fun enough for me.

Snake Pass is available for $24.99 on Steam, Xbox One, PS4, and the Nintendo Switch. For more information on the game and developer Sumo Digital, you can head to the game's site, the developer's site, or follow them on Facebook, YouTube, and Twitter.



from IndieGames.com http://indiegames.com/2017/03/crawl_slither_and_climb_with_t.html
via IndieGaming, visit and read the original first posting to get complete and more detail about this article, support the independence Gaming , Enjoy

Berikut ini adalah berita malaysia dan informasi terbaru hari ini untuk pemerintah diraja malaysia, selamat membaca, dan jangan lupa berikan komentar dan berikan pendapat anda tentang apa yang anda baca hari ini. selamat beraktifitas

Laman Facebook Valet Doa yang menawarkan perkhidmatan kiriman doa untuk dibacakan di Makkah diarah menghenti operasi mereka oleh Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) dan Jabatan Mufti Selangor.


Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom berkata Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) dengan kerjasama Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) akan memantau akaun Facebook pengasas Valet Doa.

“Jakim menyokong apa jua tindakan yang diambil SKMM dalam membasmi aktiviti yang boleh menjejaskan kesucian umat Islam dan menimbulkan impak negatif, salah faham serta merosakkan akidah,” katanya pada persidangan Dewan Rakyat hari ini.

Beliau menjawab soalan Datuk Normala Abdul Samad (BN-Pasir Gudang) mengenai tindakan kerajaan berhubung isu Valet Doa dan langkah yang diambil bagi mengatasi isu ini.

Umat Islam di negara ini turut disaran supaya memberi maklumat kepada Jabatan Agama Islam negeri dan Jakim sekiranya terdapat kemusykilan terhadap sesuatu isu berkaitan agama bagi tindakan lanjut. 

Menjawab soalan tambahan Normala berhubung individu terbabit tetap ingin meneruskan perkhidmatan tersebut kerana pihak mufti tidak mengeluarkan fatwa mengenai isu itu,

Jamil Khir berkata ia tidak bermakna individu tersebut boleh meneruskan perniagaannya.

Beliau berkata jabatan mufti negeri mengambil inisiatif dan langkah proaktif yang berterusan dengan memberi nasihat dan Irsyad Hukum (Kemusykilan Agama) berkaitan larangan mempromosikan pakej tersebut.

Malah katanya, tindakan boleh diambil sekiranya individu terbabit mengingkari arahan mufti.

“Dia harus faham bahawa ada unsur-unsur yang amat tidak sihat dalam iklan (valet doa) tersebut misalnya dikenakan bayaran dari RM250 ke RM5,000 bergantung kepada tempat-tempat doa tersebut serta ada diskaun, seolah-olah doa itu akan dimakbulkan,” katanya.

Perkhidmatan Valet Doa mula tular di laman sosial selepas ramai netizen mengecam dan kesal terhadap perniagaan kiriman doa untuk dibacakan di Makkah, kononnya ditawarkan kepada mereka yang tidak mampu ke Tanah Suci lapor MMO





from Anak Sungai Derhaka http://darisungaiderhaka.blogspot.com/2017/03/valet-doa-diarah-henti-operasi.html
Powered by Blogger.